Rasa ini tak diciptakan untuk menalimu, tentu.
Namun, apakah itu, penyembuh penderitaan telingaku, mengharap rengekanmu, sekali waktu?
Kehendakku tak mau meringkusmu, tentu.
Namun, bagaimanakah agar waktu masih membelah sepenggal dirinya untuk caci makimu, buatku?