Kemerdekaan. Apa yang terlintas dalam benakmu saat mendengar kata itu? Mendapatkan semua hak? Kebebasan untuk melakukan segalanya tanpa aturan? Keterbukaan dalam menyampaikan pendapat.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan semua itu. Hanya saja, seringkali ada banyak orang yang salah menafsirkan makna dari kemerdekaan yang sesungguhnya. Menghalalkan segalanya, dengan dalih kemerdekaan. Membenarkan yang salah, dengan berkedok kemerdekaan.
Jadi, menurutku kemerdekaan itu kebebasan untuk melakukan sesuatu, tapi masih dalam koridor yang benar. Masih dalam suatu aturan. Karena jika tidak ada batasan dalam menyikapi kemerdekaan, hal itu malah bisa menjadi alasan untuk menutupi sebuah kesalahan.
110213
Mulki Azkia
kiki_azk
It's me
Cari Blog Ini
Minggu, 31 Maret 2013
Sabtu, 29 Desember 2012
Huesca
jiwa di dunia yang hilang jiwa
jiwa sayang, kenangan padamu
adalah derita di sisiku
bayangan yang bikin tinjauan beku
angin bangkit ketika senja
ngingatkan musim gugur akan tiba
aku cemas bisa kehilangan kau
aku cemas pada kecemasanku sendiri
di batu penghabisan ke Huesca
batas terakhir dari kebanggaan kita
kenanglah sayang, dengan mesra
kau kubayangkan di sisiku ada
dan jika untung malang menghamparkan
aku dalam kuburan dangkal
ingatlah sebisamu segala yang indah
dan cintaku yang kekal
jiwa sayang, kenangan padamu
adalah derita di sisiku
bayangan yang bikin tinjauan beku
angin bangkit ketika senja
ngingatkan musim gugur akan tiba
aku cemas bisa kehilangan kau
aku cemas pada kecemasanku sendiri
di batu penghabisan ke Huesca
batas terakhir dari kebanggaan kita
kenanglah sayang, dengan mesra
kau kubayangkan di sisiku ada
dan jika untung malang menghamparkan
aku dalam kuburan dangkal
ingatlah sebisamu segala yang indah
dan cintaku yang kekal
John Cornford, diterjemahkan oleh Chairil Anwar
Label:
Chairil Anwar,
John Cornford
Minggu, 08 Januari 2012
Elegi
Ku arungi samudera hampa, sunyi
Sesak tembok rindu mendekap hati
Lelah mencari kini sadari
Tak dapat lagi ku cipta melodi
Pandangan ragu menatap sendu
Senandung rindu bisik hatiku
Mencari dirimu tiada akhirnya
Mendamba hatimu entah pastinya
Menanti akhirmu kapan datangnya
Menunggu dan terus ku menunggunya
Wahai kasih berapa lama lagi?
Kau terus begini terus menghianati
Kapankah lagi engkau kan kembali?
Kan ku nanti setulus sepenuh hati..
Sesak tembok rindu mendekap hati
Lelah mencari kini sadari
Tak dapat lagi ku cipta melodi
Sayat rindu jadi pilu
Tak pasti, terlena hampa sembiluPandangan ragu menatap sendu
Senandung rindu bisik hatiku
Mencari dirimu tiada akhirnya
Mendamba hatimu entah pastinya
Menanti akhirmu kapan datangnya
Menunggu dan terus ku menunggunya
Wahai kasih berapa lama lagi?
Kau terus begini terus menghianati
Kapankah lagi engkau kan kembali?
Kan ku nanti setulus sepenuh hati..
Mulki Azkia
Agustus 2011
Selasa, 16 November 2010
Kamis, 11 November 2010
Selasa, 26 Oktober 2010
Sendiri
Sepi
Sepi dan sendiri aku benci
Hilang
Semua tampak hilang
Peduli
Peduli apa padaku?
Jauh, ku tertinggal jauh
terhatui waktu
yang tak pernah berhenti
Diam
Ku hanya terdiam
Sendiri
Di tengah keramaian
Wafa Fatimah R.
Sepi dan sendiri aku benci
Hilang
Semua tampak hilang
Peduli
Peduli apa padaku?
Jauh, ku tertinggal jauh
terhatui waktu
yang tak pernah berhenti
Diam
Ku hanya terdiam
Sendiri
Di tengah keramaian
Wafa Fatimah R.
Langganan:
Postingan (Atom)